Geevv, Aplikasi Besutan Kaum Millennial Indonesia

By - January 2, 2018 No Comment

JagoanInfo – Saat ini di Indonesia sangat popular dengan penggunaan Google. Namun, sebenarnya ada aplikasi besutan kaum Millennial Indonesia yang sudah dipopulerkan oleh anak bangsa, yaitu Geevv.

Apa itu Geevv ?

“Geevv adalah search engine berbasis social yang bertujuan untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat dunia,” begitulah yang berhasil dikutip di platform Geevv. Aplikasi ini didirikan oleh Azka A. Silmi dan Andika Deni Prasetya, mahasiswa Universitas Indonesia yang beroperasi mulai tanggal 26 September 2016.

Perbedaan aplikasi ini dengan Google adalah Geevv menyatakan komitmen bahwa perusahaannya akan mendonasikan 80% pendapatan iklan untuk program social dan 20% nya untuk meningkatkan kualitas layanan dan situs Geevv.

Azka mengatakan bahwa aplikasi buatannya ini memang ditujukan untuk bermain di pasar khusus. “Ini adalah social search engine, bukan local search engine.” Sebutnya.

Konsep social search engine yang dimaksudnya adalah setiap kata yang diketikkan pengguna di kolom pencarian, secara otomatis dikonversi menjadi sumbangan senilai Rp. 10.

Besaran Rp. 10 itu ditentukan dari nilai pembagian antara potensi jumlah iklan dan potensi jumlah pengguna, dikurangi proyeksi biaya operasional.

Mekanisme asal donasi bakal berasal dari pendapatan iklan yang dipasang di Geevv dan bakal dihitung berdasarkan metode pay per click dan pay per view. Pendapatan iklan ini, tetap bakal terus dengan komitmen dimana 80% hasilnya bakal didonasikan untuk program perbaikan kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

Geevv sebenarnya merupakan sebuah layanan yang membeli Application Programming Interface (API) dari mesin pencari Bing. Oleh karena itu, bila kita mencari di Bing dan Geevv, hasilnya akan sama.

Konsep memadukan fungsi pencarian dan fitur donasi yang dibuat aplikasi ini, sebenarnya juga mengadopsi dari Ecosia, sebuah search engine dari Jerman. Ecosia juga bekerja sama dengan Bing dalam hal pemasangan iklan. Mereka mendapat keuntungan sebagian dari hasil pemasangan iklan-iklan yang didapat.

Jadi, kesimpulannya, aplikasi ini bukanlah asli karya anak bangsa, melainkan beli dan adopsi dari produk luar negeri. Lalu, adakah orang Indonesia yang bias membuat mesin pencari seperti Google? Jawabnya ada, yaitu Jim Geovedi, hacker terkenal Indonesia yang saat ini tengah meluncurkan mesin pencari buatannya yang bernama Belua.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.